Tiga Dampak Buruk Helicopter Parenting Bagi Masa Depan Anak

Tiga Dampak Buruk Helicopter Parenting Bagi Masa Depan Anak

Tiga Dampak Buruk Helicopter Parenting Bagi Masa Depan Anak

Tiap orangtua memiliki caranya masing-masing dalam mengasuh anak, salah satu caranya yang tidak benar adalah pola asuh helikopter atau helicopter parenting. Di lansir dari laman onlinetradingsouthafrica.com, pola asuh ini tampaknya sangat mendukung anak-anak dalam jangka pendek karena orangtua tetap siap sedia mendukung anak-anak dalam segala hal. Orangtua terhitung terkesan tetap menyelamatkan anak dalam tiap tiap hal.

Di kutip dari laman Poker77, tetapi sikap orangtua yang terlalu berlebih dapat berdampak buruk pada anak-anak dalam jangka panjang. Banyak penelitian yang sudah mempelajari efek jangka panjang berasal dari helicopter parenting, dan di bawah ini adalah sebagian besar kasus yang di alami anak-anak di bawah pola helicopter parenting.

1. Meningkatkan kecemasan anak

Dalam studi yang di catatkan di Cognitive Therapy plus Research, para peneliti memeriksa bagaimana helicopter parenting pengaruhi anak-anak bersama dengan kecemasan. Penelitian ini di laksanakan bersama dengan mendorong anak-anak selesaikan teka-teki sebanyak bisa saja di dalam waktu 10 menit. Dalam tugas ini, orangtua di izinkan menunjang anak-anak mereka, tetapi tidak di dorong untuk melakukannya.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa orangtua dari anak-anak dengan kecemasan sosial secara signifikan lebih sering menyentuh teka-teki daripada orangtua lainnya. Mereka mencoba memberikan bantuan bahkan ketika anak-anak mereka tidak memintanya. Bisa di simpulkan, reaksi orangtua justru menjauhkan anak dari belajar untuk gagal atau berhasil sendiri. Akibatnya, efek dari helicopter parenting dapat meningkatkan kecemasan.

2. Menyebabkan regulasi emosional yang buruk

Helicopter parenting memiliki dampak jangka panjang pada anak-anak, bahkan hingga mereka remaja dan dewasa. Ketika orangtua terlalu mengontrol, anak-anak akan lebih sulit belajar mengelola emosi dan perilaku mereka.

Sebuah studi yang di laporkan dalam jurnal Developmental Psychology di lakukan dengan mengamati 422 anak-anak selama delapan tahun. Para peneliti menilai perkembangan sosial dan emosional peserta pada usia 2, 5, dan 10 tahun serta interaksi orangtua-anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu efek utama dari helicopter parenting adalah regulasi diri yang buruk.

Lebih jauh, anak-anak yang di besarkan dengan helicopter parenting kurang mampu beradaptasi dengan situasi sekolah dan tantangan selama tumbuh dewasa.

3. Memiliki lebih banyak masalah kesehatan

Sebuah studi yang di laporkan pada Journal of Child and Family Studies menemukan bahwa anak-anak yang di besarkan dengan helicopter parenting lebih cenderung memiliki masalah kesehatan saat dewasa. Dalam pengamatan tersebut, peneliti menemukan bahwa sebagian besar anak-anak ini tidak pernah belajar bagaimana mengelola kesehatan mereka secara mandiri karena orangtua mereka selalu memberi tahu mereka kapan harus tidur, kapan harus berolahraga, dan apa yang harus di makan.

Comments are closed.