Tiga Ciri Orangtua Milenial, Salah Satunya Berbagi Tugas Rumah Tangga!

Tiga Ciri Orangtua Milenial, Salah Satunya Berbagi Tugas Rumah Tangga!

Tiga Ciri Orangtua Milenial, Salah Satunya Berbagi Tugas Rumah Tangga!

Dengan semakin berkembangnya pendidikan dan mudahnya akses informasi seperti sekarang, mau tak mau, hal itu memengaruhi budaya serta gaya hidup sehari-hari. Termasuk bagaimana para generasi milenial menjalankan perannya sebagai orangtua.

Di lansir dari onlinetradingsouthafrica.com, berikut ini akan di bahas mengenai ciri-ciri orangtua generasi milenial. Coba deh, di cek apakah kamu dan pasangan sudah menerapkan?

1. Berbagi tugas rumah tangga

Di kutip dari Club388 Indonesia, jika orangtua generasi terdahulu dalam menjalankan peran suami istri lebih menerapkan budaya patriarki, di mana peran suami sangat mendominasi, hal itu terlihat berbeda di generasi milenial. Sudah banyak yang sadar, bahwa namanya rumah tangga itu di jalankan sebagai satu tim. Sehingga, tak ada yang namanya mengandalkan salah satu pihak saja, misalnya hanya istri saja yang melakukan tugas domestik.

Kini, para lelaki pun tak malu untuk turun tangan melakukan tugas-tugas rumah tangga, seperti menyapu, mengepel, hingga memandikan bayi. Rumah tanggamu sudah menjalankan ini?

2. Lebih open minded

Kalau dulu, tugas domestik selalu di tangani anak perempuan, kini tak lagi. Saat ini, para orangtua milenial lebih open minded. Mereka mendidik putra putrinya, untuk bisa melakukan tugas apa pun, dan saling membantu sama lain. Sudah bukan zamannya lagi, tugas masak dan cuci piring di limpahkan ke anak perempuan. Anak lelaki pun harus di libatkan, supaya ketika ia dewasa, jadi gak anti atau malu melakukan hal itu.

3. Pola asuh berdasarkan ilmu parenting

Segala sesuatu, hasilnya akan lebih baik jika di lakukan berdasarkan ilmu. Termasuk juga dalam pengasuhan anak. Meski orangtua dulu sudah melakukan usaha yang terbaik untuk menjalankan perannya sebagai orangtua, tapi tak bisa di mungkiri, ada banyak praktik pengasuhan anak yang ternyata ketika di teliti, ternyata kurang tepat.

Misalnya saja, dulu melihat anak di bentak-bentak orangtua adalah hal biasa dan di maklumi. Tapi ternyata, cara pengasuhan seperti itu justru berbahaya bagi perkembangan psikologis anak.

Dan bersyukurnya, orangtua milenial saat ini lebih melek ilmu parenting, karena aksesnya lebih mudah. Sehingga pengasuhan anak pun jadi tidak sembarangan dan dapat di lakukan dengan benar.

Comments are closed.