Rupiah Dibuka Melemah tapi Diduga bisa Menguat karena 3 Hal Berikut ini

Rupiah Dibuka Melemah tapi Diduga bisa Menguat karena 3 Hal Berikut ini

Rupiah Dibuka Melemah tapi Diduga bisa Menguat karena 3 Hal Berikut ini

Rupiah Dibuka Melemah tapi Diduga bisa Menguat karena 3 Hal Berikut ini – Nilai rubah atau kurs rupiah di buka melemah ke level Rp14.500 per dolar AS terhadap pembukaan perdagangan hari ini, Jumat. Melansir Bloomberg, rupiah melemah 17,5 poin atau 0,12 % di banding penutupan terhadap Kamis, 22 Juli 2021 yang menguat hingga 0,41 % ke level Rp14.482 per dolar AS.

Di kutip dari laman idn poker ios, pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra memperkirakan potensi pergerakan rupiah hari ini di kisaran Rp14.450-Rp14.520 per dolar AS. Ada 3 karena yang menjadikan rupiah sanggup menguat hari ini:

1. Manfaatkan momentum penguatan kemarin

Ariston memprediksi nilai rubah rupiah kemungkinan masih sanggup menjaga momentum penguatannya hari ini dari penguatan yang terjadi terhadap penutupan tempo hari sore.

“Pertama, sentimen minat pasar terhadap risiko yang meninggi masih menjadi pemicu penguatan nilai tukar rupiah,” kata Ariston, Jumat hari ini.

2. Data pengangguran AS

Selain itu, aspek ke dua kata Ariston, adalah knowledge klaim tunjangan pengangguran mingguan AS yang di rilis semalam yang hasilnya lebih tidak baik dari ekspektasi pasar.

“Yakni dari awalnya di perkirakan 368 ribu orang menjadi 419 ribu orang juga bisa menjadi katalis pelemahan dolar AS,” kata Ariston.

3. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Bank Indonesia

Faktor ketiga penguatan rupiah adalah Bank Indonesia (BI) merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik. Gubernur BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi terhadap tahun 2021 jadi 3,5-4,3 prosen dari proyeksi sebelumnya 4,1-5,1 persen.

“Penurunan Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh BI kemarin juga bisa menjadi penahan penguatan rupiah,” kata Ariston.

4. Awais, tetap ada potensi pelemahan rupiah karena faktor ini

Meski demikian, Ariston mengaku was was bersama dengan laju persoalan COVID-19 di Indonesia dan Asia Tenggara yang bisa berdampak pada nilai pindah rupiah. Terlebih pada Kamis, 22 Juli 2021, Indonesia mencatatkan rekor kematian harian tertinggi yakni makin tambah jadi 1.449 orang. Dengan demikian, kuantitas kematian di Indonesia hari ini sebanyak 79.032 kasus.

“Kekhawatiran pasar terhadap laju kenaikan kasus baru COVID-19 terutama di Asia Tenggara. Dan di Indonesia sendiri, bisa menjadi penahan penguatan rupiah hari ini,” ujar Ariston.

Comments are closed.