Restrukturisasi Utang Garuda, 3 Bank Besar Indonesia Perpanjang Tenor

Restrukturisasi Utang Garuda, 3 Bank Besar Indonesia Perpanjang Tenor

Restrukturisasi Utang Garuda, 3 Bank Besar Indonesia Perpanjang Tenor

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kini mendapatkan angin segar terkait proses restrukturisasi utang. Hal ini untuk mengatasi krisis finansial setelah beberapa bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memutuskan memberikan perpanjangan masa peminjaman pada pihak Garuda.

Di lansir dari laman onlinetradingsouthafrica.com, tiga bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Nasional Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Informasi tersebut di sampaikan oleh pihak Garuda, kepada pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat surat bertanggal 25 Juni 2021 yang di tandatangani oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Prasetio.

“Proses negosiasi untuk perpanjangan atau restrukturisasi pinjaman bank di lakukan dengan seluruh kreditur dengan beberapa hasil yang di peroleh berdasarkan persetujuan bank tersebut,” kata Prasetio, di kutip oleh Poker77 dari keterbukaan informasi di situs resmi BEI.

1. BRI dan BNI berikan perpanjangan masa pinjaman hingga 2026

Proses restrukturisasi pinjaman bank tersebut kemudian berbuah manis bagi Garuda. BRI dan BNI setuju untuk memberikan perpanjangan masa pinjaman kepada perusahaan maskapai penerbangan dengan kode emiten GIAA itu.

“BRI dan BNI setuju untuk mengonversi sebagian pinjaman jangka pendek
menjadi pinjaman jangka panjang dengan jatuh tempo pada 2026,” kata Prasetio.

Adapun, Bank Mandiri memberikan persetujuan restrukturisasi pinjaman melalui perpanjangan pinjaman sampai dengan Desember 2021 dan menangguhkan kewajiban clean-up pinjaman.

Sementara itu, bank-bank non Himbara juga di klaim Prasetion setuju untuk memberikan perpanjangan masa pinjaman.

2. Perkembangan terkini proses restrukturisasi Garuda

Dalam surat kepada BEI tersebut, Prasetio juga turut menginformasikan perkembangan terkini soal proses restrukturisasi yang di lakukan oleh Garuda.

Menurut dia, proses tersebut saat ini masih dalam tahap diskusi antara perseroan dengan sejumlah konsultan pendukung.

“Skema restrukturisasi yang akan di tawarkan Perseroan kepada masing-masing kreditur saat ini sedang dalam proses di skusi perseroan dan konsultan-konsultan pendukung dengan mengupayakan opsi terbaik yang akan di kaji untuk kepentingan Perseroan dan seluruh stakeholders,” ujar Prasetio.

3. Manajemen pastikan restrukturisasi rampung tahun ini

Pihak BEI juga menanyakan timeline dan kapan waktu penyelesaian restrukturisasi yang di lakukan oleh manajemen GIAA.

Namun, Prasetio menyatakan belum dapat menentukan kapan proses restrukturisasi dapat selesai, setidaknya hingga penyusunan rencana restrukturisasi sudah di finalisasi oleh perseroan.

Satu hal yang pasti, Prasetio menegaskan proses restrukturisasi itu bakal rampung pada tahun ini.

“Perseroan belum dapat menyampaikan timeline proses restrukturisasi sampai dengan penyusunan rencana restrukturisasi telah di finalisasi. Namun demikian, perseroan menargetkan proses restrukturisasi dapat di selesaikan pada tahun 2021,” katanya.

Comments are closed.