Ogah Revisi Proyeksi, Sri Mulyani Pede Banget sama Ekonomi RI

Ogah Revisi Proyeksi, Sri Mulyani Pede Banget sama Ekonomi RI

Ogah Revisi Proyeksi, Sri Mulyani Pede Banget sama Ekonomi RI

Di lansir dari onlinetradingsouthafrica.com, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan tidak akan merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi. Meskipun Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu baru saja melakukan revisi ke bawah terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kami di Kemenkeu tetap di 4,5 persen sampai 5,3 persen karena kami menjelaskan asumsi dalam hal ini. Karena aktivitas ekonomi menunjukkan tren sesuai ke arah pemulihan,” ujar Sri Mulyani, dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (22/4/2021).

Menurut Sri Mulyani, Kemenkeu telah mencatat adanya tanda-tanda pemulihan ekonomi. Seperti mulai munculnya normalisasi kredit perbankan dan positifnya investasi. Atau penanaman modal asing (PMA) serta kinerja ekspor yang juga mengarah positif.

Adapun jika harus merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi, Sri Mulyani mengaku akan merevisinya ke atas, bukan ke bawah.

Di kutip dari Agen Club38, “Kita akan berbagi update dan melihat segala aktivitas yang akan mengonfirmasi. Atau merevisi ke atas dari pemulihan ekonomi kita, kita berharap selalu revisinya ke atas,” imbuh dia.

1. Proyeksi pertumbuhan ekonomi berbagai institusi merupakan asumsi atas kondisi saat ini

Berbagai institusi telah memiliki proyeksi pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia tahun ini. Di antaranya adalah Bank Dunia di angka 4,4 persen. Kemudian International Monetary Fund (IMF) 4,3 persen Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) 4,9 persen. Dan Oxford Economy 4,7 persen.

Menurut Sri Mulyani, seluruh proyeksi tersebut merupakan asumsi yang di dasarkan pada kondisi Indonesia saat ini, mulai dari perkembangan COVID-19 hingga masalah vaksinasi.

“Itu semuanya pasti menggunakan asumsi berapa jumlah COVID-19, berapa jumlah vaksinasi, berapa jumlah akselerasi pemulihan ekonomi yang terjadi, kemudian apakah ada yang di sebut demand yang tertahan itu semuanya adalah merupakan working assumption,” jelas dia.

2. BI merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021

Di beritakan sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini menjadi maksimal hanya 5,1 persen dari sebelumnya yang di proyeksikan bisa mencapai 5,3 persen.

“Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2021 akan berada pada kisaran 4,1 persen sampai dengan 5,1 persen,” kata Perry dalam konferensi pers pasca-Rapat Dewan Gubernur BI secara virtual, Selasa (20/4/2021).

Kendati merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi, Perry memastikan bahwa pihaknya tetap optimistis ekonomi domestik terus membaik hingga akhir tahun nanti.

“Perbaikan ekonomi domestik di perkirakan akan semakin membaik di dukung oleh perbaikan kinerja ekspor dan berlanjutnya stimulus fiskal serta perbaikan investasi sebagaimana tercermin pada indikator PMI atau Purchasing Manager Index manufaktur yang terus meningkat,” jelas dia.

Comments are closed.