Negara-negara yang memiliki Chinatown di Seluruh Dunia

Negara-negara yang memiliki Chinatown di Seluruh Dunia

Negara-negara yang memiliki Chinatown di Seluruh Dunia

Negara-negara yang memiliki Chinatown di Seluruh Dunia – Pecinan atau Kampung Cina atau Chinatown dalam Bahasa Inggris dan 唐人街 Tángrénjiē dalam Bahasa Mandarin merujuk kepada sebuah wilayah kota yang mayoritas penghuninya adalah orang Tionghoa. Pecinan banyak terdapat di kota-kota besar di berbagai negara di mana orang Tionghoa merantau dan kemudian menetap seperti di Amerika Serikat, Kanada dan negara-negara Asia Tenggara.

Kawasan Chinatown pada sebuah kota tak hanya jadi rumah bagi etnis China. Kawasan pecinan juga diserbu traveler yang mencari penginapan dan makanan murah. Dari 9 Chinatown terbaik di dunia, mana yang jadi favorit Anda?

Bukti yang paling kuat terkait migrasi etnis China adalah kawasan Chinatown. Kawasan ini terdapat hampir di setiap kota besar. Sebagai basis komunitas etnis China, kawasan ini menyuguhkan idn poker apk versi lama deretan restoran, toko, hingga makanan pinggir jalan ala Negeri Tirai Bambu.

Selain itu, Chinatown adalah kawasan yang punya banyak penginapan murah. Harga makanan pinggir jalan maupun restorannya juga ramah di kantong.

1. Havana, Kuba

Chinatown di Kota Havana pernah jadi yang terbesar di Amerika Latin. Para migran China datang sekitar tahun 1840-an untuk bekerja di perkebunan gula. Populasi etnis China di kawasan ini pernah mencapai 50.000 orang. Sekarang, kawasan ini hanya dihuni oleh sekitar 150 orang keturunan Kuba-China.

Walau begitu, traveler masih bisa menyaksikan kemegahan Chinatown di Kota Havana. Deretan toko, laundry, dan restoran memenuhi jalanan di Chinatown. Kalau berkunjung ke sini, jangan lupa datangi restoran Tien Tan yang dijalankan oleh generasi kedua, seorang keturunan Kuba-China bernama Roberto Vargas Lee.

2. Kalkuta, India

Etnis China di Kalkuta berasal dari China bagian selatan. Walaupun populasinya tak banyak, para migran ini membawa atmosfer China yang kuat ke dalam Negeri Taj Mahal. Inilah tempat Anda menemukan kuil-kuil umat Tao, Dim Sum yang dijual menggunakan keranjang bambu, dan toko-toko eceran khas China di tiap sudut.

3. Bangkok, Thailand

Chinatown di Bangkok terkenal dengan nama Yaowarat, sesuai nama jalannya. Kawasan ini sudah ada sejak 200 tahun silam, saat para migran China datang ke Thailand. Tak heran, Yaowarat penuh dengan hiruk-pikuk khas pasar. Berjalan menyusuri Yaowarat, Anda akan menemukan deretan penjual makanan pinggir jalan, restoran yang menjual masakan China, dan papan warna-warni beraksara Mandarin.

4. Manila, Filipina

Siapa sangka Filipina punya Chinatown tertua di dunia? Berlokasi di ibukotanya yakni Manila, Chinatown ini sudah ada sejak tahun 1590! Warga setempat menyebut kawasan ini sebagai Binondo, yang letaknya di seberang Intramuros (kawasan kota tua yang dikelilingi benteng). Dulu, para petinggi era kolonial bisa melihat langsung para migran China dari atas benteng ini.

Lokasi tepat untuk memulai berkeliling di Binondo adalah Jalan Carvajal. Jalan ini disebut juga Umbrella Alley (gang payung) karena banyaknya payung-payung milik penjaja makanan pinggir jalan. Ini adalah lokasi wisata kuliner paling tersohor di Manila!

5. Johannesburg, Afrika Selatan

Afrika Selatan adalah rumah bagi mayoritas etnis China yang tinggal di benua tersebut. Buktinya, Kota Johannesburg punya 2 Chinatown!

Chinatown pertama terletak di Jalan Commisioner yang bersejarah. Dulu, jalan ini dijejali toko dan restoran yang menjual makanan khas China. Namun karena tingginya kriminalitas di kawasan tersebut, Chinatown pun pindah pada tahun 1990-an.

Chinatown kedua, yang menjadi pusat komunitas China saat ini, terletak di kota suburban Johannesburg yakni Cyrildene. Bertolaklah ke Derrick Avenue tempat deretan restoran, supermarket, toko elektronik, sampai panti pijat yang pemiliknya berbahasa China.

Mau mendapat atmosfer China ala Afrika Selatan, datang saja pada akhir Januari atau awal Februari. Pada saat-saat ini, terdapat pertunjukan barongsai dan tradisi ala China lainnya yang memenuhi seluruh Cyrildene!

6. Melbourne, Australia

Kedatangan etnis China di Negara Bagian Victoria, Australia, bermula dari Kota Melbourne. Pada 1851, mereka membangun komunitas di kawasan Little Burke. Sekarang, Little Bourke adalah salah satu objek wisata yang banyak didatangi turis. Di kawasan tersebut terdapat bangunan bata 3 lantai yang diisi restoran ala China, toko herbal, dan museum berisi informasi tentang komunitas China.

Saat liburan ke Melbourne, susurilah jalanan Little Bourke lalu bertolaklah ke Swanson dan Spring Streets. Paling baik berkunjung pada bulan Agustus-September saat berlangsungnya Asian Food Festival. Atau, saat Hari Raya Imlek sekitar bulan Januari-Februari.

7. Vancouver, Kanada

Vancouver adalah rumah bagi mayoritas etnis China di Amerika Utara. Anda bisa menemukan warga etnis China lalu-lalang di tiap sudut kota. Di kawasan Richmond misalnya, separuh penduduknya adalah etnis China.

Di Richmond, Anda bisa menemukan restoran khas China sama seperti yang ada di Hong Kong! Salah satunya adalah New Town Bakery and Restaurant, sebuah tempat wisata kuliner yang menyajikan camilan manis dan asin khas China. Toko ini telah beroperasi lebih dari 30 tahun lho! Menu favoritnya adalah pineapple buns, egg tarts, custard buns, apple tarts, juga donat tradisional.

8. San Francisco, AS

Selain Manila, Chinatown di San Francisco juga menjadi yang tertua di dunia. Komunitas China di kota ini sudah ada sejak tahun 1848. Sekarang, etnis China di kota metropolis ini memegang peranan besar. Salah satu pabrik kain paling ternama di San Francisco dimiliki oleh seorang China-Amerika.

Kawasan Chinatown pun jadi tempat favorit turis di San Francisco. Bahkan jumlahnya melebihi pengunjung Golden Gate Bridge! Di sepanjang Chinatown Anda akan menemukan beragam ornamen khas China seperti lampion, gambar naga, papan petunjuk bilingual (Inggris-China), juga deretan toko penjual obat herbal dan kain. Ada lebih dari 300 restoran di kawasan ini!

9. London, Inggris

Di manakah Chinatown yang terbesar seantero Eropa? Jawabannya adalah Kota London. Awalnya, para migran China hanya membuka beberapa toko mereka di Gerrard Street. Sekarang, Chinatown di London menempati kawasan yang sangat strategis yaitu antara Soho, Leicester Square, Picadilly Circus dan Convent Garden.

Kawasan Chinatown di London selalu dipenuhi turis, tak kenal waktu! Mereka masuk ke supermarket, kedai teh, restoran, bahkan ke tempat praktek dokter tradisional China. Saat Imlek, lebih dari 300.000 wisatawan memenuhi kawasan ini.

 

 

Comments are closed.