Menteri Keuangan: Juli-Agustus Tetap Ada Bansos Rp 300 Ribu per Bulan

Menteri Keuangan: Juli-Agustus Tetap Ada Bansos Rp 300 Ribu per Bulan

Menteri Keuangan: Juli-Agustus Tetap Ada Bansos Rp 300 Ribu per Bulan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah siap memperpanjang penyaluran dukungan sosial tunai (BST) sebagai bentuk dukungan kepada penduduk tidak sanggup sepanjang era Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Bantuan sosial tunai atau BST akan di perpanjang selama dua bulan, terutama untuk meringankan orang-orang yang rentan dan terkena dampak PPKM Darurat,” kata Sri Mulyani, di lansir dari onlinetradingsouthafrica.com, dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (2/6/2021).

1. Pemerintah siapkan anggaran lebih dari Rp6 triliun untuk perpanjangan BST

Di kutip dari laman download idn play 2020, Pemerintah, kata Sri Mulyani, telah menyiapkan anggaran tambahan untuk perpanjangan penyaluran BST selama dua bulan ke depan. “Perpanjangan BST dua bulan ini akan membutuhkan anggaran Rp6,1 triliun,” ujar dia.

Sebelumnya, pemerintah sudah merealisasikan BST senilai Rp11,94 triliun yang di berikan kepada 9,6 juta Kelompok Penerima fungsi (KPM) sepanjang periode Januari hingga April 2021.

“Nanti kalau datanya sudah di penuhi hingga 10 juta, anggarannya di sediakan untuk 10 juta, yaitu Rp6,1 triliun sehingga untuk BST, total alokasinya mencapai Rp18,04 triliun dari Januari-April plus dua bulan yang kita akan berikan,” tutur Sri Mulyani.

2. Besaran BST yang di berikan pemerintah

Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa target KPM yang menerima perpanjangan BST sebanyak 10 juta di 34 provinsi. KPM ini nantinya akan mendapatkan bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan.

“Nah untuk perpanjangan dua bulan ini kita harapkan akan di bayarkan pada bulan Juli dan nanti Agustus. Targetnya adalah 10 juta KPM di 34 provinsi,” ucap Sri Mulyani.

Dengan demikian, masing-masing KPM bakal mendapatkan BST berupa uang sebesar Rp600 ribu selama periode PPKM Darurat di laksanakan.

3. Penambahan anggaran PEN di sektor perlindungan sosial

Keputusan pemerintah memperpanjang penyaluran BST selama dua bulan sebagai imbas dari PPKM Darurat membuat anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor perlindungan sosial pun bertambah.

Awalnya, anggaran PEN untuk sektor perlindungan sosial sebesar Rp148,27 triliun. Perpanjangan BST selama PPKM Darurat membuat anggaran membengkak jadi Rp149,08 triliun.

“Terjadi perubahan alokasi, jadi kita akan men-shape alokasi PEN. Anggaran kesehatan naik dari Rp172,8 triliun menjadi Rp185,98 triliun. Perlindungan sosial naik sedikit dari Rp148,27 triliun menjadi Rp149,08 triliun. Untuk UMKM agak menurun dari Rp193,74 triliun menjadi Rp178,47 triliun,” kata Sri Mulyani.

Comments are closed.