Lokasi Bersejarah di Amerika Serikat yang jadi Saksi Demo Terbrutal

Lokasi Bersejarah di Amerika Serikat yang jadi Saksi Demo Terbrutal

Lokasi Bersejarah di Amerika Serikat yang jadi Saksi Demo Terbrutal

Lokasi Bersejarah di Amerika Serikat yang jadi Saksi Demo Terbrutal – Unjuk rasa atau demonstrasi atau lebih dikenal dengan demo adalah sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di depan umum. Dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atau menentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau sebagai sebuah upaya penekanan secara politik oleh kepentingan kelompok tertentu.

Faktanya, Amerika Serikat menjadi salah satu negara demokrasi tertua berkat protes. Dari yang dulunya merupakan koloni Inggris, hingga terjadi pemberontakan seperti Pesta Teh Boston yang menimbulkan perang yang ternyata menggembleng publik untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Sepanjang sejarah Amerika Serikat ada, protes terus menjadi alasan pendahulu untuk melahirkan perubahan. Seperti, tidak ada yang memberi perempuan hak untuk memilih sampai mereka menuntutnya.

Tentunya, dari semua aksi perjuangan yang terjadi ini, pasti terdapat lokasi yang menjadi saksinya. Nah, untuk itu berikut Cara Daftar Aplikasi Gaple IDNPlay ada lima lokasi di Amerika Serikat yang menjadi saksi bisu demo brutal di Amerika Serikat.

1. Griffin’s Wharf, Boston, Massachusetts

Bersejarah, 5 Lokasi di Amerika Serikat yang jadi Saksi Demo Terbrutal

Pada 1760-an, Inggris berjuang secara finansial karena banyak terjebak akan masalah kas atas perjuangan memperluas wilayah koloni. Parlemen Inggris menyikapi hal ini dengan mengenakan pajak pada penjajah Amerika untuk kertas, cat, gelas, timah bahkan teh.

Koloni pun tidak memiliki perwakilan di parlemen dalam aspirasi dan mencela ketidakadilan pajak tanpa perwakilan. Memang Inggris akhirnya mencabut semuanya kecuali pajak teh. Kolonipun menanggapinya dengan meninggalkan teh Inggris dan sebagai gantinya menyelundupkan teh Belanda.

Pada 16 Desember 1773, tiga kapal Inggris yang membawa teh tiba di Griffin’s Wharf di Boston. Ribuan penduduk kolonial berkumpul untuk memprotes, dan malam itu sekelompok besar dari mereka berpakaian seperti penduduk asli Amerika naik ke kapal dan melemparkan 342 peti, membawa 45 ton teh, ke dalam air. Singkat cerita timbullah kemarahan dari Inggris hingga timbul perang. Hingga akhirnya kejadian ini dikenal sebagai Pesta Teh Boston yang mungkin pernah kita pelajari di buku sejarah.

Meskipun Griffin’s Wharf sudah tidak ada lagi, Boston Tea Party Ships and Museum telah dibangun dan menjadi penanda sejarah untuk mengenang timbulnya niat Amerika Serikat untuk merdeka.

2. Jembatan Edmund Pettus, Selma, Alabama

Bersejarah, 5 Lokasi di Amerika Serikat yang jadi Saksi Demo Terbrutal

Jembatan Edmund Pettus telah menjadi identik dengan gerakan hak-hak sipil. Ironisnya, jembatan ini dinamai untuk seorang jenderal perang Konfederasi dan anggota Ku Klux Klan.

Pada 7 Maret 1965, hari yang kemudian dikenal sebagai Minggu Berdarah, aktivis hak sipil berusia 25 tahun John Lewis memimpin 600 pengunjuk rasa damai dalam pawai melintasi Jembatan Edmund Pettus di Selma, Alabama. Pasukan negara menunggu mereka di sisi lain. Ketika pengunjuk rasa menolak untuk berbalik, pasukan tersebut menembakkan gas air mata ke tengah-tengah mereka dan memukuli mereka dengan tongkat yang mengirim lebih dari 50 orang ke rumah sakit dengan luka parah.

Peristiwa ini tersiarkan di televisi hingga warga Amerika terkejut dan ngeri melihat taktik brutal seperti itu digunakan terhadap sekelompok orang yang hanya hendak meminta kesetaraan. Akibatnya, kemarahan publik membantu membuka jalan bagi Undang-Undang Hak Suara untuk ditandatangani pada 7 Agustus tahun yang sama.

3. Gedung Asch, New York

Bersejarah, 5 Lokasi di Amerika Serikat yang jadi Saksi Demo Terbrutal

Pada tahun 1911, tenaga kerja yang sebagian besar terdiri dari gadis remaja yang tidak bisa berbahasa Inggris bekerja dalam kondisi yang tidak manusiawi di Pabrik Triangle Shirtwaist. Kebanyakan dari mereka adalah imigran yang bekerja 12 jam sehari, tujuh hari seminggu, dengan upah 15 dolar AS seminggu. Ketahuilah jumlah tersebut merupakan upah yang sangat menyedihkan bahkan pada masa itu.

Pabrik tersebut terletak di tiga lantai teratas Gedung Asch di Greenwich Village, Manhattan. Pada tanggal 25 Maret 1911, pintunya dikunci untuk mencegah pekerja mencuri dan beristirahat.

Kebakaran pun terjadi. Ada satu lift yang beroperasi, tetapi hanya dapat menampung 12 orang. Namun naasnya satu-satunya lift di gedung itu tali liftnya berkarat, membusuk sehingga tidak berfungsi.

Mereka yang mencoba melarikan diri melalui tangga akhinya terjebak karena terkunci dari luar. Total 49 orang terbakar sampai mati meninggal karena menghirup asap dan 36 meninggal di terowongan elevator.

Pada tanggal 5 April, serikat pekerja mengadakan pawai untuk memprotes kondisi yang menyebabkan kematian yang mengerikan dan dapat dicegah ini. Lebih dari 80.000 orang turun ke jalan. Kemarahan publik memicu perubahan hukum dan sikap yang berkaitan dengan keselamatan pekerja.

Saat ini, gedung tersebut merupakan bagian dari Universitas New York dan telah diubah namanya menjadi Gedung Brown. Namun, tempat tersebut terdaftar sebagai Tempat Bersejarah Nasional dan diberi nama National Historic Landmark dan New York City Landmark.

4. Wounded Knee, Dakota Selatan

Bersejarah, 5 Lokasi di Amerika Serikat yang jadi Saksi Demo Terbrutal

Kota kecil Wounded Knee, Dakota Selatan, menjadi saksi protes berskala besar ketika anggota bangsa Oglala Sioux dan aktivis Pribumi Amerika yang dikenal sebagai Gerakan Indian Amerika (AIM) terlibat dalam perselisihan selama 71 hari dengan pemerintah federal tepat pada 27 Februari 1973 silam.

Aksi ini di mulai saat para pengunjuk rasa tiba di tengah malam dan menyandera seluruh kota lalu menuntut agar pemerintah Amerika Serikat menepati perjanjian yang dilanggar pada abad ke-19 dan ke-20. Pemerintah menanggapi dengan mengelilingi Wounded Knee bersama polisi, US Marshals, National Guard, dan agen FBI, sehingga anggota AIM tidak dapat pergi dan simpatisan baru tidak dapat bergabung dengan kelompok AIM.

Selama pengepungan ini, baku tembak terjadi setiap hari, dan pemerintah memutus aliran air dan listrik ke kota. Dua aktivis tewas, satu hilang, dan banyak lagi luka-luka.

Meskipun para aktivis tidak berhasil memaksa pemerintah untuk menghormati perjanjiannya, mereka berhasil meningkatkan kesadaran publik akan fakta bahwa perjanjian tersebut telah dilanggar pemerintah sejak awal.

5. Kent State University, Kent, Ohio

Bersejarah, 5 Lokasi di Amerika Serikat yang jadi Saksi Demo Terbrutal

Pada tanggal 4 Mei 1970, sekelompok mahasiswa berkumpul di kampus Universitas Negeri Kent untuk memprotes Perang Vietnam. Akibatnya, Pengawal Nasional Ohio menembakkan peluru dan gas air mata ke kerumunan. Selama demo terjadi, terdapat empat mahasiswa tewas dan sembilan lainnya luka-luka.

Banyak masyarakat AS yang menyayangkan atas hilangnya nyawa pemuda ini dan pembantaian di negara bagian Kent membantu mengubah opini publik lebih jauh lagi terhadap Perang Vietnam dan pemerintahan Nixon yang berhasil dipilih karena janji untuk menarik Amerika Serikat dari konflik.

Nah, itulah lima lokasi yang menjadi saksi sejarah akan kelamnya aksi demo di Amerika Serikat. Terakhir, setiap perubahan harus dimulai dari suatu tempat dan masing-masing tempat ini memiliki cerita sendiri.

Comments are closed.