Inilah Alasan Mengapa Tidak Perlu Takut Jika Harus Kehilangan Sahabat

Inilah Alasan Mengapa Tidak Perlu Takut Jika Harus Kehilangan Sahabat

Inilah Alasan Mengapa Tidak Perlu Takut Jika Harus Kehilangan Sahabat

Sudah kodratnya, semakin umur kamu bertambah, lingkaran pertemanan kamu pun menjadi semakin menyempit. Jadi, kamu gak mesti mulai tersedia yang salah, sikapi bersama dengan biasa saja. Karena toh, seluruh orang pasti dapat mengalami.

Di lansir dari laman onlinetradingsouthafrica.com, untuk beberapa alasan berikut ini, kamu tidak mesti risau kalau harus kehilangan teman. Karena tidak ada manfaatnya memaksakan tetap berteman, tapi hanya dapat bawa dampak jelek bagi dirimu sendiri. Alasan apa saja itu, di kutip dari laman download idnplay poker, berikut ini penjabarannya. Yuk, kita cari tahu sama-sama!

1. Ketika prinsip hidupmu dengan mereka sudah tak sejalan

Perjalanan hidup seseorang itu akan berproses. Dulu, bisa jadi kamu begitu dekat bersama dengan mereka. Tapi jadi ke sini, jadi sudah tak tersedia ulang kecocokan.

Prinsip hidup kalian sudah beda. Jika terus berteman, tambah khawatir akan berdampak buruk. Kalian menjadi kerap bertengkar. Maka pisah menjadi pilihan lebih baik. Toh, berpisah gak artinya bermusuhan. Kalian selamanya mendoakan yang terbaik bagi masing-masing.

2. Ketika kamu sadar bahwa pendapatmu itu juga penting

Selama menjalin pertemanan dengan mereka, kamu cenderung jadi pendiam. Hal ini kamu lakukan, karena sering kali pendapatmu gak di gubris.

Semakin kamu dewasa, kamu pun sadar bahwa pertemanan yang baik harusnya gak seperti itu. Ada rasa saling menghargai pada tiap-tiap individu. Ketika kamu berani speak up, tapi mereka gak menerima dan tetap dengan sikap merasa paling benar, maka gak perlu takut untuk meninggalkan mereka yang hanya mengecilkan nilai dirimu.

3. Kamu sudah gak mentoleransi sikap mereka yang menganggapmu seperti pesuruh

Bagaimana pertemanan itu berjalan, akan bergantung pada individu di dalamnya. Jika di isi dengan orang-orang yang bermental ‘tukang perintah’ dan senang memanfaatkan orang lain, maka pasti ada pihak yang jadi korban. Dan korban itu adalah kamu.

Selama ini kamu pasrah saja di perlakukan seperti itu. Tapi, setelah bertemu dengan orang-orang baru, membuka pikiranmu, bahwa apa yang mereka lakukan itu jahat! Dan kamu menolak untuk terus di perlakukan layaknya pesuruh. Thanks, but no thanks!

Comments are closed.