Data Pekerjaan Amerika Serikat Mengangkat Dolar Harga Emas Tertekan

Data Pekerjaan Amerika Serikat Mengangkat Dolar Harga Emas Tertekan

Data Pekerjaan Amerika Serikat Mengangkat Dolar Harga Emas Tertekan

Data Pekerjaan Amerika Serikat Mengangkat Dolar Harga Emas Tertekan – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Rupiah juga lesu di perdagangan pasar spot. Pada Kamis (19/11/2020), kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.167. Rupiah melemah 0,35% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Harga emas kembali turun selama tiga hari berturut-turut pada akhir perdagangan Jumat 4 September 2020 (Sabtu pagi WIB). Sebelumnya, data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan mengangkat dolar lebih tinggi. Sempat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun 3,5 dolar AS atau 0,18 persen. Menjadi ditutup pada 1.934,30 dolar AS per ounce. Kamis, 3 September 2020, emas berjangka merosot 6,9 dolar AS atau 0,35 persen menjadi 1.937,80 dolar AS per ounce.

1. Emas tertekan kenaikan greenback

Emas berjangka anjlok 34,2 dolar AS atau 1,73 persen.  Menjadi 1.944,70 dolar AS.  pada Rabu, 2 September 2020, setelah naik tipis 0,3 dolar AS atau 0,02 persen. Menjadi 1.978,90 dolar AS pada Selasa, 1 September 2020, dan menguat 3,7 dolar AS.  atau 0,19 persen menjadi 1.978,60 dolar AS pada Senin, 31 Agustus 2020.

“Korelasi emas dengan dolar telah meningkat, terutama selama beberapa minggu terakhir dan emas sedang tertekan oleh kenaikan greenback menyusul laporan yang kuat. Khususnya tingkat pengangguran,” kata Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Logam Mulia Tai Wong, seperti dilansir ANTARA, Minggu (6/9/2020).

2. Indeks dolar menguat 0,1 persen

Sementara, indeks dolar menguat 0,1 persen. Hal itu menempatkannya di jalur untuk minggu terbaiknya sejak pertengahan Mei, dan membuat logam lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Data menunjukkan angka penggajian (payrolls) non-pertanian meningkat sebesar 1,371 juta pekerjaan pada Agustus, lebih baik dari yang diperkirakan. Sementara, tingkat pengangguran turun menjadi 8,4 persen dari 10,2 persen pada Juli, merupakan penurunan keempat berturut-turut.

“Namun, data ini tidak mengubah sikap Federal Reserve AS pada lebih banyak stimulus untuk dipompa ke dalam ekonomi dan mengambil toleransi terhadap tingkat inflasi yang lebih tinggi. Menjaga emas tetap didukung dalam jangka panjang,” kata Michael Matousek, Kepala Pedagang di US Global Investors.

3. Harga emas naik 27 persen sepanjang 2020

Para pedagang juga menutup posisi mereka menjelang tiga hari libur akhir pekan Hari Buruh AS, ketika perdagangan di pasar akan ditutup pada Senin, 7 September 2020.

Emas telah naik sekitar 27 persen sejauh tahun ini. Hal itu dibantu suku bunga mendekati nol secara global dan kebijakan moneter yang longgar, terutama dari The Fed, dan permintaan safe-haven didorong gambaran ekonomi yang suram karena pandemik virus corona.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 16,3 sen atau 0,61 persen menjadi ditutup pada 26,712 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 8,6 dolar AS atau 0,97 persen menjadi menetap pada 898,2 dolar AS per ounce.

 

Comments are closed.