Data AS Kian Menguat, kini Rupiah Turun ke Level Rp14.475 per Dolar

Data AS Kian Menguat, kini Rupiah Turun ke Level Rp14.475 per Dolar

Data AS Kian Menguat, kini Rupiah Turun ke Level Rp14.475 per Dolar

Nilai tukar rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) sedang melemah pada pembukaan perdagangan pada Rabu hari ini.

Di lansir dari laman onlinetradingsouthafrica.com, dalam Bloomberg, rupiah kini melemah ke level Rp14.475 per dolar AS pagi hari ini di lihat dari level Rp14.463 di penutupan hari sebelumnya.

1. Rupiah berpotensi melemah hari ini

Di kutip dari laman download idnplay poker, sebelumnya terhadap penutupan perdagangan pada hari Senin dan Selasa, rupiah sempat mengalami penguatan terhadap dolar AS. Akan tetapi, Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra menyatakan bahwa, nilai tukar rupiah kemungkinan dapat berbalik jadi melemah pada hari ini.

Hal tersebut kemungkinan dapat terjadi karena informasi indikator inflasi AS yang di rilis semalam tunjukkan kenaikan melebihi ekspektasi yang di beredar di pasar untuk mendorong penguatan dolar AS.

“Selain itu, faktor dalam negeri yaitu kenaikan kasus baru harian COVID yang terus memecahkan rekor juga menjadi tekanan untuk rupiah,” katanya.

2. Data AS dukung nilai dolar

Ariston juga mengatakan bahwa semalam indikator inflasi AS pada bulan Juni. Yang berasal dari knowledge Indeks Harga konsumen AS menunjukkan bahwa adanya kenaikan sebesar 5,4 persenyear on year (y/y). Angka ini lebih tinggi dari ekspektasi yang sempat beresar sebesar 4,9 persen dan terlampau jauh di atas obyek inflasi Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) sebesar 2 persen.

“Ini membuka peluang Bank Sentral AS untuk mempertimbangkan kembali pengetatan moneter yang lebih cepat. Sehingga ini mendorong penguatan dolar AS,” katanya.

3. Kisaran pelemahan rupiah

Ariston lebih lanjut mengatakan bahwa dengan adanya kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia yang mendekati 50 ribu. Bisa membuka peluang pembatasan aktivitas ekonomi PPKM Darurat di perpanjang hingga batas waktu yang belum di tentukan.

“Ini tentu bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menjadi alasan pelemahan rupiah,” jelas Ariston.

Beliau juga memprediksi bahwa potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp14.550, sementara potensi support di kisaran Rp14.450.

Comments are closed.