Anggaran PEN di Perbarui, dana Penanganan COVID Naik jadi 21 Triliun

Anggaran PEN di Perbarui, dana Penanganan COVID Naik jadi 21 Triliun

Anggaran PEN di Perbarui, dana Penanganan COVID Naik jadi 21 Triliun

Pemerintah merombak alokasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp699,43 triliun. Perombakan itu lebih-lebih tersedia di anggaran kebugaran untuk penanganan COVID-19 yang naik Rp21,09 triliun.

Di lansir dari laman onlinetradingsouthafrica.com, adapun anggaran kebugaran pada mulanya Rp172,84 triliun, kini naik jadi Rp193,93 triliun. Hal ini di kerjakan sebagai pemberian untuk pelaksanaan PPKM Darurat di sedang lonjakan persoalan COVID-19.

“Di sinilah muncul untuk belanja kesehatan naik Rp193 triliun, tadinya kita alokasikan di bawah Rp150 triliun menjadi Rp172 triliun, dan sekarang Rp193 triliun. Ini terutama untuk testing, tracing, treatment, terutama untuk pembayaran mereka yang kena COVID-19. Terutama untuk vaksinasi di tingkatkan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

1. Jokowi mau target vaksinasi naik menjadi 3 juta per hari

Di kutip dari laman download idnplay poker, Sri Mulyani menjelaskan bahwa, peningkatan anggaran kebugaran itu juga untuk capai tujuan vaksinasi yang di tingkatkan oleh Presiden Joko “Jokowi’ Widodo berasal dari semula 1 juta dosis per hari, jadi 2 juta dosis per hari terhadap Agustus mendatang, dan 3 juta dosis per hari terhadap akhir 2021.

“Ini jelas membutuhkan mobilisasi anggaran yang luar biasa,” tutur Sri Mulyani.

2. Rincian perombakan anggaran PEN

Dalam perombakan anggaran PEN, pemerintah fokus tingkatkan anggaran di 3 alokasi. Pertama, anggaran bantuan sosial dari mula-mula Rp148,27 triliun, naik Rp5,59 triliun menjadi Rp153,86 triliun. Kedua, anggaran kesehatan dari Rp172,84 triliun menjadi Rp193,93 triliun. Ketiga, insentif bisnis dari mula-mula Rp56,73 triliun, naik Rp6,1 triliun menjadi Rp62,83 triliun.

Sementara itu, alokasi untuk program bantuan UMKM dan korporasi mula-mula Rp193,74 triliun, turun Rp21,97 triliun menjadi Rp171,77 triliun. Terakhir, anggaran untuk program prioritas dari mula-mula Rp127,85 triliun, turun Rp10,81 triliun menjadi Rp117,04 triliun.

Adapun perombakan terhadap alokasi anggaran bantuan sosial di sebabkan terdapatnya perpanjangan program potongan harga tarif listrik, bantuan sosial tunai (BST), dan sebagainya.

“Kita tingkatkan belanja untuk bansos 2 bulan untuk BST, dan untuk PKH kita majukan kuartal III-nya di bayarkan pada Juli. Dan ini juga kita tambahkan lagi dari sisi diskon listrik terutama untuk masyarakat yang paling bawah yaitu 450 VA dan 900 VA, itu 32 juta lebih pelanggan yang akan dapat perpanjangan diskon sampai September,” ucap dia.

3. Realisasi anggaran PEN semester I-2021

Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), realisasi anggaran PEN sampai semester I-2021 (Januari-Juni) baru mencapai 36,1 persen atau senilai Rp252,3 triliun.

Lebih rinci, anggaran kesehatan baru terealisasi 24,6 persen atau senilai Rp47,71 triliun. Lalu, anggaran perlindungan sosial baru terealisasi 43,2 persen atau senilai Rp66,43 triliun. Dukungan UMKM dan korporasi baru terealisasi 29,8 persen atau senilai Rp51,27 triliun. Program prioritas baru terealisasi 35,7 persen atau senilai Rp41,83 triliun. Terakhir, insentif usaha baru terealisasi 71,7 persen atau senilai Rp45,07 triliun.

Comments are closed.