4 Sikap Buruk Anak Ini Ternyata Akibat Salah Didik Kamu Sendiri, Lho!

4 Sikap Buruk Anak Ini Ternyata Akibat Salah Didik Kamu Sendiri, Lho!

4 Sikap Buruk Anak Ini Ternyata Akibat Salah Didik Kamu Sendiri, Lho!

Sering kali anak di salahkan karena perilaku buruk atau nakal. Namun, kalau mau di ulik lebih dalam, ternyata ada banyak sikap buruk anak, sebenarnya karena ulah orangtua sendiri yang mendidiknya seperti itu.

Oleh sebab itu, supaya buah hatimu gak tumbuh jadi pribadi yang nakal atau minim akhlak, ada baiknya ketahui kesalahan apa saja yang kerap di lakukan orangtua, yang kemudian bisa memicu perilaku buruk anak. Di lansir dari laman onlinetradingsouthafrica.com, berikut ini uraiannya yuk simak!

1. Kebiasaan menyela pembicaraan

Seperti yang sudah di kutip dari laman Club388, semua pasti sepakat kalau menyela pembicaraan itu bukanlah perilaku yang baik. Saat masih kecil mungkin tampak sepele. Tapi bisa gawat kalau kebiasaan memotong pembicaraan ini terbawa sampai anak tumbuh besar.

Oleh sebab itu, ketika anak suka memotong pembicaraan, jangan di diamkan saja. Tapi berikan pengertian bahwa hal itu tak boleh di lakukan. Karena mendiamkan, bisa memberi sinyal pada anak kalau sikap itu di perbolehkan.

Selain itu, ayah bunda juga bisa mengajarkan si kecil untuk terbiasa menunggu. Misalnya, saat kamu sedang melakukan panggilan telepon, kamu sampaikan pada si kecil “Nak, Ayah akan menelepon teman Ayah. Jadi, untuk sementara gak bisa di ganggu. Kalau kamu ingin ngomong sesuatu, tunggu sampai selesai, ya!”. Jika kamu terus konsisten menerapkan kebiasaan ini, anak jadi paham untuk tidak memotong pembicaraan.

2. Tantrum saat minta di belikan sesuatu ketika sedang belanja

Hal ini yang kerap membuat ayah bunda malas untuk mengajak si kecil saat berbelanja. Karena suka gak kenal tempat ngambeknya. Lihat sesuatu yang ia pengin, langsung minta. Kalau gak di kasih, tantrum, sampai kalian jadi pusat perhatian orang banyak.

Perilaku seperti ini dapat terjadi, karena sebagai orangtua, kamu tak mencontohkan seperti apa belanja yang seharusnya. Sehingga si kecil mengira kalau dia boleh meminta apa saja.

Untuk mencegahnya, cobalah buat daftar barang yang mau di beli sejak dari rumah. Kalau memang si kecil belum bisa baca, buatlah dalam bentuk gambar, dan biarkan si kecil yang memegang daftar belanjaan tersebut. Saat si kecil mau sesuatu, tanyakan padanya, apakah yang di mau itu terdapat dalam daftar. Kalau tidak, berarti tidak boleh di beli untuk saat ini. Dengan begitu, anak jadi mengerti bahwa yang namanya belanja gak bisa sembarang ambil barang.

3. Cara bicara yang kasar

Mungkin kamu pernah merasa kesal ketika melihat anak, bicara gak sopan banget dan kasar. Jangan buru-buru memarahi. Karena hal itu boleh jadi di sebabkan selama ini, kamu lupa untuk mengajari si kecil supaya berkata dengan lembut atau sopan. Atau mungkin saja, ayah bundanya pun mencontohkan demikian. Kalau lagi bicara, suka kasar. Ingatlah, anak itu peniru yang ulung, lho!

4. Anak gak bisa bermain sendiri

Salah satu yang sering di keluhkan para orangtua, adalah anaknya yang maunya nempel terus dengan orangtua. Gak bisa main sendiri, layaknya anak-anak yang lain. Eits, jangan salahkan anak dulu, ya!

Boleh jadi sikapnya seperti itu, karena perilaku orangtua sendiri. Selama ini karena terlalu protektif, takut anaknya kenapa-napa, malah tidak di bebaskan bermain. Sehingga ia tidak terbiasa untuk menjelajah sendiri, dan selalu minta di temani orangtuanya.

Anak memang wajib di jaga, tapi jangan di kekang. Biarkan dia bermain bebas bersama teman-temannya. Selama masih dalam pengawasan, maka ayah bunda gak perlu menyimpan rasa takut berlebihan.

Comments are closed.